Isolasi Glikogen pada Hati Sapi

TUGAS INDIVIDU
BIOMOLEKUL
GLIKOGEN
PADA HATI SAPI
Nama : Landep Ayuningtias
NIM : 151810301065
Kelompok : 9
Kelas : B
LABORATORIUM
KIMIA BIOKIMIA
JURUSAN
KIMIA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
JEMBER
JEMBER
2017
Glikogen
pada Hati Sapi


Gambar
1. Struktur Glikogen
Sifat
Fisiko-Kimia Glikogen
v Tidak
larut di dalam air
v Glikogen
dalam bentuk padatan berbentuk serbuk berwarna putih
v Larut
ke dalam pelarut non polar
v Glikogen
tidak dapat mereduksi fehling
v Reaksi
dengan iodium akan emmberikan warna merah
v Terhidrolisa
sempurna dalam suasana asam akan menghasilkan glukosa
(Yandri dan Wulandari, 2009).
Glikogen
dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat yang lebih sederhana melalui pemutusan
ikatan glikosidiknya. Reaksi pemutusan ikatan glikosidik tersebut tergolong
reaksi hidrolisis. Hidrolisis secara enzimatik dilakukan dengan menambahkan sejumlah enzim
amilase pada larutan glikogen. Hidrolisis glikogen dengan enzim amilase
bersifat spesifik, yaitu hanya memotong pada ikatan α-1,4-glikosidik (Wilson,
2000). Hidrolisis secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan sejumlah asam
kuat pada larutan glikogen. Hidrolisis glikogen dengan asam bersifat tidak
nonspesifik, yaitu memotong semua ikatan glikosidik pada glikogen, baik ikatan
α-1,4 maupun ikatanα-1,6-glikosidik.
Isolasi
Glikogen dari Hati Sapi
Isolasi
glikogen yang dilakukan pada percobaan ini menggunakan hati sapi. Glikogen
diisolasi dengan sentrifugasi bertingkat dan penambahan beberapa pereaksi.
Pereaksi yang digunakan dalam isolasi glikogen dari hati sapi ialah TCA dan
etanol 95%. TCA berfungsi menghambat aktivitas enzim yang terdapat didalam
organ hati. Etanol 95% berfungsi sebagai pengendap glikogen sehingga glikogen
mudah dipisahkan dari fraksi lain (Wilson, 2000).
Metode
Isolasi:
v Homogenat
hati sebanyak 15 mL diambil dan ditambahkan dengan 19 mL TCA 10 %.
v Campuran
diaduk dan disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 5 menit.
v Setelah
itu supernatan didekantasi dan pada ekstrak TCA ditambahkan etanol 95 %
sebanyak dua kali volume ekstrak TCA.
v Campuran
dibiarkan hingga endapannya berflokulasi dan apabila tidak terjadi penggumpalan,
sebutir NaCl ditambahkan dan dipanaskan hingga terbentuk endapan.
v Suspensi
dipindahkan ke dalam tabung sentrifus dan disentrifugasidengan kecepatan 3000
rpm selama 3 menit. Supernatan yang dihasilkan dibuangdan pelet dilarutkan
dalam 5 mL akuades.
v Etanol
96 % ditambahkan sebanyak 10 mL dan campuran disentrifugasi lagi dengan
kecepatan 3000 rpm selama 3 menit.
v Endapan
yang tebentuk dicuci dengan 3 mL etanol absolut dan 3 mL etil eter. Kemudian
endapan dikeringkan dalam cawan petri dan ditimbang.
v Ekstrak
glikogen yang didapat disimpan.
v Uji iod digunakan untuk mengetahui keberadaan polisakarida
yang diuji berasal dari hati sapi adalah glikogen. Uji positif menunjukkan
larutan berwarna coklat kemerahan
(Alwin, 2015).

Gambar 2. Uji positif glikogen
dengan iodin
(Sumber: Alwin, 2015)
Daftar
Pustaka
Alwin,
M. 2015. Isolasi glikogen Hati Sapi [Laporan
Praktikum]. Bandung: Institut Pertanian Bogor.
Mc
Murry J. 2008. Organic Chemistry
8 th edition. New York (US): W.H. Freemanand Company.
Wilson
K, Walker J. 2000. Principles and
Techniques of Practical Biochemistry5th Edition. Cambridge (AU): Cambridge
University Press.
Yandri
AS, Wulandari P. 2009. Pengaruh
penambahan sorbitol terhadap stabilitastermal enzim α-amilase dari
Rhizopus oryzae. J. Sains MIPA. 15(2): 111-118.
Komentar
Posting Komentar